Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Sobat SMKN2BS, sebelum saya bahas struktur teks laporan hasil observasi, sudah tau pengertian observasi kan?

Observasi adalah suatu kegiatan pengamatan atau penelitian terhadap sesuatu untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.

Setelah tau observasi itu apa, kamu sudah bisa menebak apa itu laporan hasil observasi.

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi adalah teks yang dibuat untuk menjelaskan kegiatan pengamatan terhadap suatu objek yang telah dilakukan sebelumnya secara sistematis dan objektif.

Objek observasi atau pengamatan bisa berupa hewan, tumbuhan, konsep, ekosistem tertentu, atau suatu benda lainnya.

Teks hasil observasi hampir menyerupai teks deskripsi. Kemiripan keduanya adalah sama-sama disusun berdasarkan pengamatan terhadap suatu objek dan strukturnya sama.

Tujuan Laporan Hasil Observasi

Laporan hasil observasi menyajikan data secara mendalam sesuai fakta dari hasil riset, yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

Tujuan Laporan Hasil Observasi

Tujuan dari dibuatnya teks laporan ini antara lain:

  1. Menyampaikan informasi dan penjelasan rinci tentang suatu hal berdasarkan sudut pandang keilmuan kepada pembaca
  2. Menyampaikan hasil pengamatan secara rinci, sistematis, dan objektif kepada pembaca.
Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi

Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

  1. Bersifat objektif, artinya penulis menyajikan hasil sesuai fakta yang didapat, tidak memihak pihak tertentu.
  2. Berdasarkan fakta, artinya data yang disajikan berdasarkan hasil yang pengamatan sebenarnya, bukan hasil karangan, rekayasa, khayalan, imajinasi, dan prasangka dari penulis.
  3. Bersifat khusus dan spesifik, artinya penulis hanya menyajikan hasil pengamatan terhadap suatu objek yang jelas, tidak membahas hal diluar itu.
  4. Disajikan secara lengkap, artinya penulis harus menyajikan hasil pengamatan yang dibutuhkan pembaca secara rinci tanpa ada yang disembunyikan.
  5. Menarik, teks disajikan semenarik mungkin dan menyesuaikan dengan pembaca agar mudah dipahami.
Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Tak hanya teks editorial saja yang mempunyai struktur, seperti pada postingan sebelumnya. Maka teks ini juga mempunyai struktur, yuk simak struktur teks laporan hasil observasi atau teks LHO!

Struktur Laporan Hasil Observasi

Penyataan umum

Bagian ini berisi definisi dan keterangan atau informasi umum terkait objek yang dilaporkan.

Di dalam bagian ini dibahas nama latin, asal usul, kelas, serta informasi lainnya tentang objek pengamatan.

Deskripsi bagian

Bagian ini berisi uraian secara rinci dan detail mengenai objek yang dilaporkan.

Contoh : jika mengamati tentang bunga, pada bagian ini dibahas ciri fisik, akar, buah, dan juga perincian informasi lainnya.

Simpulan

Bagian terakhir berisi ringkasan umum tentang hal yang disampaikan atau dilaporkan.

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Pedoman yang menjadi unsur pembuatan suatu teks, atau sering disebut kaidah kebahasaan untuk teks laporan observasi adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan istilah bidang keilmuan tertentu
  • Terdapat imbuhan asing
  • Menggunakan verba (kata kerja) dan nomina (kata benda)
  • Menggunakan kalimat definisi serta kalimat deskripsi (menjelaskan).
  • Menggunakan kalimat simpleks dan kompleks.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi

Untuk memahami struktur teks laporan hasil observasi, berikut saya sertakan juga contohnya untuk kamu.

Laporan Observasi Bunga Rafflesia Arnoldi

Rafflesia Arnoldi atau Padma Raksasa adalah tumbuhan parasit obligat yang memiliki ukuran bungan yang sangat besar. Bahkan Rafflesia Arnoldi adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Rafflesia Arnoldi mekar hanya 7 hari, kemudian mati. Maka dari itu bunga ini termasuk flora unik dan langka di Indonesia, Rafflesia Arnoldi masuk dalam “Puspa Langka Nasional Indonesia”. Bunga Raflesia banyak ditemui di hutan tropis di Indonesia, terutama di provinsi Bengkulu.

Bunga Rafflesia Arnoldi tidak memiliki akar, tidak memiliki daun, bahkan tidak memiliki tangkai. Bunga ini masuk kategori tanaman inang, karena bergantung pada tumbuhan lain. Bunga ini ketika mekar mencapai ukuran 1 meter dan berat sebelas kilogram. Ada lima mahkota mengelilingi bunga ini, dan di dasar bunganya terdapat sari atau putik. Waktu mekar Rafflesia Arnoldi tidak menentu, biasanya pada bulan basah.

Bunga Rafflesia Arnoldi ketika mekar akan mengeluarkan bau busuk. Bau busuk tersebut akan menarik perhatian serangga seperti lalat untuk hinggap. Lalat yang hinggap membawa serbuk sari ke kepala putik bunga lain, terjadilah penyerbukan. Bunga betina ketika disebuki bisa menghasilkan buah yang berisi 100 biji bahkan lebih. Secara tampilan, bunga jantan dan betika agak sulit untuk dibedakan, bunga ini berwarna merah kecoklatan, dan terdapat bintik-bintik putih.

Bunga Rafflesia Arnoldi termasuk flora langka. Rafflesia Arnoldi ini sulit untuk dikembangbiakkan, karena bunga ini membutuhkan suasana dan tempat khusus agar bisa berkembangbiak dengan baik. Saat ini, terdapat beberapa kawasan konservatif bunga Rafflesia Arnoldi, yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Taman Nasional Gunung Leuser, dan juga Hutan Bengkulu. Rafflesia Arnoldi ini sangat berpotensi untuk menarik minat wisatawan asing, untuk itu bunga ini harus benar-benar diperhatikan.

Itulah contoh teks laporan hasil observasi, gimana sobat SMKN2BS sudah paham dengan struktur teks laporan hasil observasi? jika sudah paham jangan lupa untuk melihat 11 Contoh Makalah Sesuai Kaidah Ilmiah juga ya.

Leave a Reply