Struktur Teks Editorial dan Contohnya

Struktur Teks Editorial dan Contoh (Lengkap)

Sobat SMKN2BS, pernah memperhatikan struktur teks editorial ketika membacanya di koran atau majalan? Sudah tau kan apa itu teks editorial?

Jika kamu suka membaca koran atau majalah, kemungkinan besar kamu sudah pernah minimal melihat teks editorial yang dimuat. Biasanya teks jenis ini membahas isu-isu yang sedang hangat.

Untuk lebih memudahkan kita dalam memahami struktur teks editorial, kita bahas dulu pengertian teks editorial itu apa, yuk simak!

Pengertian Teks Editorial

Teks editorial adalah sebuah teks yang berisi tentang pandangan atau opini pribadi seseorang tentang sesuatu hal yang sedang hangat, baik itu ekonomi, politik, serta masalah sosial.

Teks editorial ini adalah opini pribadi, namun harus tetap memperhatikan fakta-fakta yang ada, tetap tidak boleh sembarangan.

Jika kamu ingin segera mengetahui contoh teks editorial, kamu bisa langsung mencarinya di surat kabar. Biasanya surat kabar menyediakan kolom khusus untuk ini. Biasanya ditulis oleh pimpinan redaksi mereka.

Tujuan Teks Editorial

  • Mengajak pembaca untuk kritis terhadap isu yang sedang hangat.
  • Memberikan pandangan terhadap sebuah isu.

Manfaat Teks Editorial

Adapun manfaat yang juga disebut teks tajuk rencana ini adalah memberikan informasi serta menstimulus pembaca untuk berfikir kritis dan juga bisa menggerakkan.

Struktur Teks Editorial

Struktur teks editorial berbeda dengan teks lainnya seperti struktur teks cerita sejarah yang sudah saya bahas sebelumnya. Atau struktur makalah dan teks berita, kamu bisa lihat contoh makalah di postingan terdahulu untuk bahasan tersebut.

Struktur Teks Editorial

Tesis (Pernyataan Pendapat)

Bagian pertama ini berisi pendapat dari penulis terhadap topik yang diangkat. Pada bagian ini penulis memberikan teori yang nantinya akan diperkuat dengan argumentasi.

Argumentasi

Bagian ini berisi penjelasan, alasan, maupun ulasan penulis yang disertai dengan bukti-bukti yang dapat dipercaya untuk memperkuat tesis.

Reiteration (Penegasan Ulang Pendapat)

Bagian terakhir ini berisi penegasan atau penguatan kembali pendapat dengan bukti atau fakta sesuai argumen.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Berikut adalah kaidah kebahasaan teks editorial yang harus kamu tahu:

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Adverbia

Merupakan kata keterangan. Kata keterangan yang lazim dipakai adalah kata keterangan frekuentatif, yaitu kata keterangan yang menunjukkan tingkat frekuensi terjadinya sesuatu. Contoh: biasanya, kadang-kadang, selalu, sering, dll.

Konjungsi

Yaitu kata penghubung. Contoh: bahkan, sesungguhnya, dll.

Verba Material

Yaitu kata kerja yang menunjukkan perbuatan nyata (fisik atau peristiwa). Contoh: melipat, memasak, menulis, dll.

Verba Relasional

Yaitu kata kerja yang berfungsi sebagai penghubung antara subjek dengan pelengkap.

Contoh: Rumah Bumbungan Limo adalah rumah adat Bengkulu. Selain bunga Rafflesia, rumah adat ini merupakan ikon Bengkulu.

Verba Relasional: adalah dan merupakan.

Verba Mental

Yaitu verba yang menunjukkan persepsi (contoh: merasa), afeksi (contoh: khawatir), dan kognisi (misalnya: berpikir, mengerti).

Ciri-Ciri Teks Editorial

  1. Topik yang dibahas sedang hangat.
  2. Sistematis dan logis.
  3. Merupakan opini yang argumentatif.
  4. Kalimat padat dan jelas.
Ciri-Ciri Teks Editorial

Jenis Teks Editorial

Interpretaive editorial

Interpretaive editorial bertujuan untuk menjelaskan isu yang sedang berkembang dan menyajikan fakta dan fitur tentang isu tersebut untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca.

Controversial editorial

Controversial editorial dibuat dengan tujuan untuk menyakinkan dan menumbuhkan keinginan serta kepercayaan pembaca pada isu yang diangkat oleh penulis. Biasanya penulisan didramatisir, berlawanan, dan bahkan bisa digambarkan lebih buruk.

Explantory editorial

Sedangkan, explantory editorial dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalah atau mengajak pembaca untuk memperhatikan sebuah isu yang diangkat.

Jenis Teks Editorial

Cara Membuat Teks Editorial

Berikut langkah-langkah cara membuat teks editorial

  1. Tentukan topik yang menarik dan sedang hangat, sehingga menarik minat pembaca.
  2. Kumpulkan semua fakta dan data untuk menunjang argumentasi.
  3. Sesuaikan topik dengan pembaca, sesuaikan bahasa dan data yang diuangkapkan.
  4. Mulai menulis teks editorial.
  5. Sunting teks, periksa kembali teks yang kamu tulis, mulai dari bahasa, tanda baca, hingga data yang disajikan.
Cara Membuat Teks Editorial

Contoh Teks Editorial

Untuk lebih memantapkan pengetahuan kita, berikut saya berikan contoh teks editorial yang bisa kamu baca.

Teks Editorial Tentang Pendidikan

Sudah Siapkan Sekolah Dengan Ujian Online?

Tesis:

Pemerintah melalui Kemendikbud menetapkan aturan baru untuk ujian nasional untuk SD hingga SMA, aturan tersebut adalah pekaksanaan ujian online. Dilihat dari kondisi fasilitas infrastruktur sekolah, terutama sekolah di daerah belum memiliki fasilitas yang mendukung. Kondisi ditambah buruk dengan kurangnya pengetahuan tenaga ahli di sekolah-sekolah tersebut.

Argumentasi:

Pada dasarnya, pelaksanaan ujian secara online itu sangat baik. Namun, jika ujian nasional tetap dilaksanakan secara online, maka beberapa sekolah, terutama sekolah di daerah akan mengalami kesulitan.

Banyak sekolah di daerah yang belum memadai infrastrukturnya, baik itu listrik, komputer, dan internet. Bukan hanya komputer kurang, bahkan di banyak sekolah bahkan belum memiliki sama sekali komputer untuk siswanya.

Untuk sekolah yang tidak ada komputer maka mau tidak mau harus nebeng ke sekolah tetangga. Sedangkan untuk sekolah yang kekurangan komputer, siswanya harus bergantian. Hal ini akan sangat rentan terjadi kecurangan. Ditambah dengan kurangnya pengetahuan tenaga ahli dari banyak sekolah, yang akan membuat sekolah tersebut kebingungan.

Reiteration:

Seharusnya, jika pemerintah ingin menetapkan ujian nasional secara online, pemerintah sudah menyiapkan infrastruktur sekolah terlebih dahulu, dan mensosialisasikan terlebih dahulu ke sekolah-sekolah secara langsung. Pelatihan untuk tenaga ahli juga penting dilakukan, sehingga permasalahan yang diuraikan tadi tidajk perlu terjadi.

Itulah contoh teks editorial yang bisa saya bagikan, pandangan di atas bukanlah pandangan pribadi saya, pandangan tersebut saya ambil dari sumber lain dengan penyuntingan. Kamu bisa mencari contoh teks editorial tentang sosial, tentang politik
teks editoritentang pendidikan

Penutup

Tidak terasa, sudah cukup panjang saya menulis pada postingan kali ini. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar ya, kita bisa diskusikan materi yang kita pelajari hari ini, atau hanya sekedar say hello dengan saya. Semoga artikel struktur teks editorial bermanfaat untuk kita semua.

Leave a Reply