Sistematika Penulisan Karya Ilmiah dan Penjelasannya Lengkap 1

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah dan Penjelasannya Lengkap

Sistematika penulisan karya ilmiah – Jika Anda seorang pelajar atau mahasiswa, seharusnya Anda sudah tidak asing lagi dengan KTI. Saat ini, sejak SMA KTI sudah banyak diperlombakan, dan luar biasa hasilnya.

Banyak dari anak SMA sudah bagus karyanya. Karya tulis ilmiah (KTI) adalah tulisan hasil kajian, dan pemikiran sistematis yang memenuhi kaidah ilmiah. KTI ini bisa dibuat perseorangan dan juga bisa kelompok.

Bentuk karya tulis ilmiah (KTI) ini bisa dibedakan menjadi dua macam yaitu panjang dan pendek. Untuk KTI panjang contohnya adalah skripsi, tesis, disertasi, sedangkan untuk versi pendeknya contohnya jurnal dan makalah, Anda bisa lihat contoh makalah yang telah kami buat sebelumnya.

Jenis Karya Tulis Ilmiah

Menurut Suhargjono didalam Wasmana (2011) karya tulis ilmiah dikelompokkan menjadi:

1. Laporan Kegiatan Ilmiah

Jenis KTI pada kelompok ini seperti hasil penelitian, survey, dan evaluasi laporan.

2. Tulisan Ilmiah

Sedangkan KTI kelompok ini termasuk contohnya adalah jenis KTI makalah. Jika Anda adalah siswa atau mahasiswa seharusnya Anda sudah mahir cara membuat karya tulis jenis ini.

3. Buku

Nah untuk kelompok terakhir ini, jenis KTInya antara lain buku pelajaran, modul, serta diktat.

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

Struktur Karya Tulis Ilmiah

Susunan, Kerangka, Struktur karya tulis ilmiah tentunya harus kita perhatikan dalam penulisan, untuk menghindari kesalahan, dan KTI yang kita tulis bisa memenuhi standar yang ada.

Ada tiga bagian KTI yaitu yang pertama bagian awal yang memuat halaman sampul hinggga daftar isi karya tulis ilmiah dan daftar tabel/gambar/grafik. Sedangkan bagian kedua mulai dari pendahuluan karya ilmiah, manfaat penelitian, hingga saran. Sedangkan bagian ketiga yaitu bagian akhir, isinya adalah daftar pustakan dan lampiran.

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

A. BAGIAN AWAL

  1. Halaman Sampul
  2. Halaman Judul
  3. Abstrak
  4. Kata Pengantar
  5. Daftar Isi
  6. Daftar Tabel, Gambar, Grafik, dll.

B. BAGIAN ISI

  • BAB I PENDAHULUAN
  • 1.1 Latar Belakangg Masalah
  • 1.2 Rumusan masalah
  • 1.3 Tujuan Penelitian
  • 1.4 Manfaat Penelitian
  • 1.5 Batasan masalah
  • 1.6 Hipotesis

BAB II KAJIAN PUSTAKA/LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN    

  • 3.1 Jenis Penelitian
  • 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
  • 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian
  • 3.4 Metode Pengumpulan Data
  • 3.5 Teknik Analisis Data
  • 3.6 Desain Penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  • 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian
  • 4.2 Pengujian Persyarat Analisis
  • 4.3 Pembahasan Hasil Penelitian

BAB V

  • 5.1 Kesimpulan
  • 5.1 Implikasi
  • 5.3 Saran

C. BAGIAN AKHIR

  • Daftar Pustaka
  • Lampiran
  • Biodata Peneliti (CV)

Format Karya Tulis Ilmiah

Ukuran Kertas

Jenis kertas yang digunakan untuk KTI adalah kertas ukuran A4.

Jenis Font

Font yang digunakan untuk menulis KTI adalah jenis font Times New Roman, berukuran 12. Jadi tidak sembarangan memakai jenis huruf.

Pengaturan Halaman

Pengaturan margin halaman harus diatur sebagai berkut, margin atas dan kiri 4cm, dan bagian kanan dan bawah 3cm. Sedangkan spasi yang digunakan adalah 1.5 spasi.

Penomoran

Penomoran halaman akan memudahkan pembaca, didalam menulis KTI, penomoran halaman harus dilakukan. Bagian sampul diberi nomor. Selanjutnya, Abstrak, Kata Pengantar, serta Daftar Isi memakai format romawi. Sementara itu, Bab 1 sampai halaman terakhir memakai penomoran biasa.

Kaidah Bahasa

Bahasa yang digunakan dalam menulis KTI adalah bahasa Indonesia yang telah disempurnakan (EYD), selain itu penataan kalimat, istilah, dan kata harus memakai kalimat dan istilah baku.

Langkah Penulisan Karya Ilmiah

Setelah kita mengetahui susunan, bagian, struktur, sistematika penulisan karya ilmiah, dan format karya tulis ilmiah di atas, saatnya kita praktik. Untuk membuat KTI kita harus mengetahui tata cara penulisan karya ilmiah, berikut langkah untuk membuat KTI:

A. Perumusan Masalah

Sebelum kita melangkah ke bagian bagian karya ilmiah lainnya, langkah pertama adalah merumuskan masalah, atau menentukan permasalahan. Langkah pertama ini penting, karena dari sinilah akan menghasilkan sebuah tema atau topik, yang kemudian akan dari sana diangkat sebuah judul karya tulis ilmiah.

Ada banyak hal permasalahan yang bisa diangkat menjadi KTI, sejatinya permasalahan itu lalu lalang disekitar kita, tinggal bagaimana kita memandangnya.

Di dalam sistematika penulisan karya ilmiah, perumusan masalah ini berada pada pendahuluan karya ilmiah.

Hal yang harus diperhatikan saat merumuskan masalah adalah masalah tersebut actual dan up to date, sesuai dengan bidang keilmuan kita, permasalahan ini berdampak besar kepada masyarakat, sehingga pemecahan masalah akan sangat berdampak kepada masyarakat.

B. Pengembangan Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah. Pengembangan hipotesis ini menjadi penting agar kita sebagai penulis bisa memberikan beberapa alternatif yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah yang telah dijabarkan tersebut.

C. Pengumpulan dan Analisis Data

Untuk mendukung hipotesis, kita harus menggunakan data, sehingga karya tulis kita benar-benar berkualitas. Ada beberapa cara untuk pengumpulan data, data yang diambil boleh kualitatif atau kuantitatif, baik sekunder maupun primer.

D. Pengujian Hipotesis

Langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis, apakah hipotesis yang telah ditentukan diawal tadi diterima atau dinyatakan ditolak. Penjabaran oleh penulis haruslah semuanya ilmiah, gunakan teori-teori yang ada dan hasil penelitian yang terkait.

Kesimpulan

Dalam melakukan penulisan KTI, kita harus benar-benar memperhatikan sistematika penulisan karya ilmiah, dan menggunakan data yang akurat dan lengkap, sehingga KTI kita memiliki bobot.


Refrensi

1. Indonesia, L.I.P., 2012. Pedoman Karya Tulis Ilmiah. Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor4.

2. Wasmana, S.P., 2011. Penulisan karya ilmiah.

sistematika penulisan karya ilmiah

Leave a Reply