teknik pengumpulan data

7 Metode / Teknik Pengumpulan Data Penelitian (Terlengkap)

Kualitas teknik pengumpulan data akan sangat berpengaruh pada hasil akhir sebuah penelitian. Sehingga, metode pengumpulan data adalah salah satu proses dalam penelitian yang terpenting.

Adanya kesalahan pada cara pengumpulan data akan sangat fatal akibatnya, proses selanjutnya yaitu analisis data dan penarikan kesimpulan dari penelitian tersebut juga akan mengalami kesalahan.

Pengumpulan data adalah tahapan penelitian yang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, semua harus mengikuti langkah-langkah yang tepat dan benar sesuai urutan dan aturan. Kualitas dan kebenaran data yang didapat menentukan kualitas dan bobot hasil sebuah penelitian.

Hasil dari penelitian tersebut, harus dapat dipertanggung jawabkan oleh peneliti. Maka, sajikanlah data real dan valid, sesuai temuan dengan prosedur pengumpulan data yang benar.

Antara penelitian satu dan penelitian lainnya, bisa saja berbeda teknik yang dipakai. Hal tersebut sangat tergantung jenis penelitian yang dilakukan, dan apa tujuan penelitian tersebut teknik pengumpulan data kualitatif tidaklah sama dengan teknik pengumpulan data kuantitatif.

Pengertian Teknik Pengumpulan Data

Kalau sudah tau pentingnya, lalu apa teknik atau metode pengumpulan data itu? Teknik pengumpulan data adalah sebuah teknik atau metode dalam mengambil dan mengumpulkan semua data yang terkait untuk mendukung pengambilan kesimpulan sebuah penelitian.

Pengumpulan data ini juga akan membuktikan hipotesis secara empiris. Karena biasanya seorang peneliti, sebelum ia melakukan proses pengumpulan data, peneliti tersebut sudah membuat hipotesis, atau dugaan kesimpulan sementara. Arti empiris adalah suatu keadaan yang bergantung pada bukti yang telah diamati. Menurut Izzatur Rusuli (2015), definisi empiris adalah gagasan rasional yang dibentuk oleh individu melalui pengalamannya.

Sehingga, Menurut Wikipedia, dapat diartikan bukti empiris adalah suatu sumber informasi yang membenarkan suatu kepercayaan dalam kebenaran atau kebohongan suatu klaim empiris.

Variable dari penelitian menentukan teknik pengambilan data, dari data yang didapat oleh peneliti ini akan dilakukan analisis. Untuk melakukan analisis juga diperkukan teknik analisis data yang benar, misalnya teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif berbeda satu sama lain.

Metode Pengumpulan Data

Jenis-Jenis Sumber Data

Nah, untuk Anda yang sedang menyusun, skripsi, tesis, disertasi, makalah, atau penelitian lainnya, sebelum masuk lebih lanjut, kami bahas dulu jenis sumber data seperti berikut ini.

A. Menurut cara memperolehnya:

  1. Data Primer, data primer adalah data yang diperoleh peneliti langsung dari objek penelitian (tangan pertama). Contoh data primer adalah data yang didapat melalui angket, wawancara, dll
  2. Data Sekunder, data sekunder adalah data yang diperoleh seorang peneliti dari sumber yang tersedia atau sudah ada (tidak langsung). Contoh data sekunder adalah data dari BPS, lembaga pemerintah, data dari dokumentasi perusahaan, dll.

B. Menurut sumbernya

  1. Data Internal, data internal adalah data yang menggambarkan keadaan, kondisi, atau kegiatan dari organisasi tempat penelitian.
  2. Data Eksternal, sedangkan data eksternal adalah kebalikan dari internal, yaitu data yang menggambarkan keadaan diluar organisasi.

C. Menurut sifatnya

  1. Data Kuantitatif, yaitu data yang diperoleh peneliti yang berbentuk angka-angka atau numeric.
  2. Data Kualitatif, sedangkan data kualitatif adalah kebalikannya, yaitu data yang diperoleh peneliti yang bukan berupa angka.

D. Menurut waktu pengumpulannya

  1. Cross section/insidentil, adalah data yang didapatkan hanya pada suatu waktu tertentu saja.
  2. Time series/data berkala, adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti dari waktu ke waktu, dan data tersebut menggambarkan perkembangan/kecenderungan keadaan/peristiwa/kegiatan yang terjadi.
teknik pengumpulan data

Metode Pengumpulan Data

Diawal sudah dijelaskan bahwa metode pengumpulan data ini harus dilakukan sungguh-sungguh, dan harus bisa menghindari kesalahan.

Beberapa metode berikut ini nanti bisa dilakukan bersamaan, atau dilakukan beberapa saja, tergantung tujuan penelitian, jenis penelitian, variable hipotesis, dan lainnya. Berikut kami share beberapa contoh teknik pengumpulan data yang harus ketahui.

Wawancara

Wawancara adalah cara pengumpulan data dengan cara tatap mula langsung dengan narasumber (subjek penelitian). Peneliti langsung mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada subjek penelitian, namun saat ini sudah sangat memungkinkan dilakukan jarak jauh. Dengan adanya teknologi, peneliti bisa wawancara melalui skype, WhatsApp Video Call, email, telepon, dan lainnya.

Sebelum melakukan proses wawancara, peneliti harus sudah menyiapkan draft pertanyaan yang akan diajukan ke subjek penelitian. Draft pertanyaan ini harus divalidasi, apakah sudah sesuai dengan topik penelitiam atau belum.

Untuk melakukan wawancara, peneliti bisa menggunakan instrumen wawancara diantaranya alat rekam, kamera, buku tulis, dan lainnya yang dibutuhkan. Terdapat 2 kategori wawancara, yang diataranya adalah:

  • Wawancara terstruktur. Jenis wawancara ini ketika peneliti sudah menyusun secara sistematis apa saja yang akan ditanyakan kepada subjek penelitian, draft pertanyaan sudah terstruktur. Kelebihannya adalah peneliti akan lebih mudah dalam melakukan wawancara.
  • Wawancara tidak terstruktur. Sedangkan jenis ini, peneliti hanya membuat poin-poin secara garis besar saja, apa yang akan ditanyakan kepada subjek penelitian. Jelas bukan bedanya?.

Kuesioner (Angket)

Metode ini sudah sangat umum digunakan, dan sudah sangat familiar, apalagi jika Anda seorang mahasiswa, setiap akhir perkuliahan atau awal, biasanya ada kuesioner yang dibagikan oleh pihak kampus. Tak hanya itu, terkadang teman atau mahasiswa lain minta tolong untuk mengisi kuesioner penelitiannya.

Sama seperti itu kuesioner yang dimaksud disini. Kuesioner adalah metode pengumpulan data dengan cara memberikan pertanyaan atau penyataan tertulis kepada subjek penelitian berupa angket yang akan diisi.

Metode ini bisa dilakukan jika narasumber atau responden tersebar di wilayah yang berberda. Anda bisa mengirimkan kuesionernya untuk diisi, namun saat ini sudah sangat dimudahkan dengan kuesioner online menggunakan kuesioner Google form.

Kuesioner Google Form
Kuesioner Google Form

Kuesioner ini bisa dikelompokkan menjadi 2 macam, jika ditinjau dari bentuk pertanyaannya. Yaitu kuesioner terbuka dan tertutup. Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang telah disediakan jawabannya oleh peneliti, sedangkan kuesioner terbuka adalah kuesioner dimana responden bisa menjawab dengan bebas.

Observasi

Observasi adalah cara pengumpulan data dengan mengamati langsung subjek penelitian. Banyak faktor dan variable yang harus peneliti amati dan ukur, sehingga metode ini dikatakan adalah metode yang kompleks.

Biasanya metode observasi ini dilakukan untuk penelitian prilaku manusia, alam, dll, dan respondennya tidak terlalu besar kuantitasnya. Ada dua kategori observasi, yaitu.

a. Participant observation

Ciri dari participant observation ini adalah peneliti terlibat langsung dalam kegiatan atau aktivitas dari subjek penelitian. Peneliti merasakan langsung keadaan dan situasi dari subjek penelitian tersebut. Metode ini cocok untuk digunakan dalam meneliti hubungan antar manusia, misalnya prilaku karyawan, hubungan karyawan dengan atasan, dll.

Jika prosesnya benar, data yang didapat biasanya lebih valid. Ada banyak hal yang akan diamati oleh peneliti.

b. Non participant observation

Sedangkan observasi dikatakan non participant observation apabila peneliti tidak ikut terlibat langsung dalam kegiatan subjek penelitian yang sedang ia amati atau teliti.

Dokumentasi

Metode ini adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan dan meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis, dan berkaitan dengan topik penelitian yang diperlukan. Dokumen yang digunakan terbagi menjadi 2 yaitu (1) dokumen primer, dan (2) dokumen sekunder.

Studi Pustaka / Teknik Kepustakaan (Library Research)

Penelitian yang dilakukan dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, jurnal, maupun tesis sebagai acuan penelitian terdahulu.

Triangulasi

Triangulasi adalah teknik pengumpulan data yang menggabungkan berbagai teknik dan sumber data yang sudah ada. Triangulasi ini dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu (1) triangulasi data, (2) triangulasi peneliti, (3) triangulasi metodologis, dan yang terakhir (4) triangulasi teoritis.

Focus Group Discussion

Focus Group Discussion

Dan yang terakhir dapat kami share adalah Focus Group Discussion atau bahasa Indonesia adalah diskusi terpusat. Diskusi dilakukan peneliti dan kelompok, hal ini dimaksudkan agar peneliti tidak salah pemaknaan terhadap isu yang diangkat.

Instrumen Pengumpulan Data

Ada yang bisa membedakan metode pengumpulan data, instrumen penelitian, dan instumen pengumpulan data?. Tentu berbeda instrumen pengumpulan data alat yang digunakan peneliti untuk mendapatkan data. Contoh instrumen pengumpulan data bisa dilihat di tabel berikut ini.

Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen Pengumpulan Data

Contoh Teknik Pengumpulan Data

Berikut contoh yang umum yang bisa anda gunakan untuk skripsi, makalah, dll.

Contoh Teknik Pengumpulan Data
Contoh Teknik Dalam Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui penelusuran data sekunder dengan kepustakaan dan manual. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Dokumentasi merupakan proses perolehan dokumen dengan mengumpulkan dan mempelajari dokumen-dokumen dan data-data yang diperlukan. Data yang dimaksud adalah, jumlah sekolah SD negeri dan swasta, jumlah guru SD negeri dan swasta, jumlah siswa SD negeri dan swasta, Angka Partisipasi Sekolah usia 7-12 tahun, angka melek huruf usia 7-12 tahun, Pendapatan Domestik Regional Bruto, Realisasi Pendapatan dan Pengeluaran Daerah di DIY dan Jateng periode 2006-2015. Data-data tersebut merupakan data final yang diperoleh dari BPS dan Dinas Pendidikan di DIY dan Jateng.

Kesimpulan

Teknik pengumpulan data ini harus benar-benar sesuai dengan aturan, sehingga penelitian yang dilakukan berbobot, dan manfaat penelitian dapat benar-benar dirasakan. Semoga tulisan metode pengumpulan data bermanfaat dan dapat menjadi referensi. Tuliskan di komentar jika ada masukan, pertanyaan, atau terdapat kesalahan informasi.

Leave a Reply