Contoh Rancangan Penelitian

Contoh Rancangan Penelitian (Pembahasan Lengkap)

Sudah tahu kan dengan rancangan penelitian? untuk menambah pengetahuan yuk simak contoh rancangan penelitian yang akan saya share diakhir.

Sebagai dosen, mahasiswa (s1, s2, s3), atau umunya dunia akademisi. Pengetahuan akan rancangan penelitian sangatlah penting.

Keahlian untuk melakukan penelitian sangat diperlukan untuk tugas, kelulusan, kenaikan jabatan atau kenaikan status akademis, hingga kepada untuk tujuan pengakuan keilmuan.

Semua itu tentunya mencakup pengetahuan rancangan penelitian / desain penelitian dan format proposal penelitian itu sendiri.

Maka, pada postingan kali ini, saya akan share rancangan penelitian, susunan proposal penelitian, hingga contoh rancangan penelitian untuk lebih memahaminya.

Pengertian Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian adalah desain atau pola operasional yang disusun oleh peneliti untuk dijadikan pedoman teknis dalam melaksanakan penelitian.

Di dalam rancangan penelitian tercantum langkah-langkah operasional penelitian, meliputi jenis penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, hingga penarikan kesimpulan.

Hal diatas yang mendasari bahwa rancangan penelitian dapat dikatakan pedoman teknis dalam melakukan sebuah penelitian.

Rancangan penelitian juga dapat diartikan sebagai kerangka desain penelitian yang disusun sebagai rencana penelitian.

Rancangan ini yang akan diajukan untuk mendapat persetujuan melakukan sebuah penelitian, biasanya kita kenal dengan proposal penelitian.

Kerangka Rancangan Penelitian

Berikut adalah kerang rancangan penelitian yang umum digunakan oleh peneliti:

  1. Judul Penelitian
  2. Latar Belakang Penelitian
  3. Rumusan Masalah
  4. Hipotesis Penelitian
  5. Tujuan Penelitian
  6. Manfaat Penelitian
  7. Kerangka Pemikiran
  8. Sistematika Penulisan
  9. Kajian Pustaka atau Landasan Teori
  10. Metodologi Penelitian
Kerangka Rancangan Penelitian
Kerangka Rancangan Penelitian

Perlu diketahi bahwa istilah di atas tidah harus sama persis, dan selalu harus ada, tergantung dari jenis penelitian yang kamu lakukan.

Proposal penelitian kualitatif dan proposal penelitian kuantitatif bisa saja berbeda.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjabaran setiap poin di atas.

Judul Penelitian

Judul penelitian adalah refresentasi singkat dari keseluruhan penelitian.

Tips membuat judul penelitian yang baik antara lain adalah terjangkau oleh kemampuan peneliti, menarik, menggugah rasa penasaran, sesuai dengan isi, dan lainnya.

Membuat judul penelitian tidaklah mudah, sehingga terkadang peneliti tidak membuatnya di awal, melainkan di tengah penelitian atau sudah hampir selesai.

Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan, cukup menentukan tema apa yang akan diteliti. Hal ini juga menjadi tips untuk kamu yang sedang mengerjakan skripsi atau tesis

Pertama yang harus dilakukan adalah banyak membaca jurnal-jurnal, karena jika menentukan judul di awal, akan kesulitan mencari jurnal yang cocok atau malah kebingungan sendiri.

Tips membuat judul penelitian yang bisa saya berikan adalah gunakan frase yang menarik dan sesuai substansi penelitian, sehingga akan membuat pembaca tertarik dan tergugah.

Latar Belakang Penelitian

Latar belakang berisi tentang hal apa saja yang melatarbelakangi permasalahan diangkat dalam penelitian, setidaknya menjelaskan tiga hal, yaitu:

  • paparan normatif mengenai objek penelitian
  • gambaran kondisi objektif dari objek yang diteliti
  • paparan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, sehingga menarik dan penting untuk diangkat menjadi permasalahan yang akan diteliti.

Tidak ada aturan baku panjang dan jumlah paragraf bagian ini, namun perlu menambahkan data rill lapangan dalam bagian ini, untuk menunjang pernyataan pentingnya permasalahaan tersebut diangkat dan diteliti.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah atau masalah yang akan diteliti, biasanya berasal dari keraguan konsep dari teori atau kajian pustaka, atau bisa juga dari penelitian terdahulu atau telaah lapangan.

Hal itu tentunya juga berpengaruh dengan jenis penelitian atau pendekatan penelitian yang kamu gunakan, penelitian kuantitatif dan kualitatif tentu mempunyai perbedaan.

Untuk membuat rumusan masalah penelitian, kamu bisa menggunakan pernyataan atau kalimat pertanyaan. Jika kamu sedang mengerjakan penelitian tesis atau skripsi, jangan lupa tanyakan ini kepada pembimbing.

Sebenarnya cara membuat rumusan masalah ini sudah saya bahas di postingan contoh makalah sebelumnya, namun kamu juga bisa lihat contoh rancangan penelitian di bawah.

Hipotesis Penelitian

Pada bagian ini, tidak harus ada. Sekali lagi tergantung pendekatan penelitian yang kamu gunakan.

Untuk kamu yang menggunakan penelitian kualitatif, hipotesis dapat dirumuskan seperti contoh berikut:

  • Ho: Tidak ada hubungan antara asal pendidikan perguruan tinggi dengan kualitas guru di SMKN 2 Bengkulu Selatan.
  • Hi : Ada hubungan antara antara asal pendidikan perguruan tinggi dengan kualitas guru di SMKN 2 Bengkulu Selatan .

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian berisi poin-poin apa saja yang hendak dicapai dalam penelitian, tujuan penelitian ini juga menjawab rumusan masalah.

Manfaat Penelitian

Bagian manfaat penelitian ini menggambarkan apa saja keuntungan yang diperoleh dari penelitian, penulisan manfaat bisa disajikan manfaat secara umum teoritis maupun praktis, dan boleh disajikan manfaat untuk berbagai pihak.

Kerangka Pemikiran

Bagian ini menggambarkan keterkaitan konseptual antar variable yang diteliti. Kerangka pemikiran ini juga sering disebut dengan paradigma penelitian.

Penulisan kerangka pemikiran ini biasanya pada bagian akhir dimasukkan visualisasi berbentuk bagan, bagan tersebut menggambarkan alur penelitian atau keterkaitannya.

Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan ini digunakan untuk kamu yang mengajukan proposal penelitian skripsi, tesis, atau lainnya.

Kajian Pustaka atau Landasan Teori

Kajian pustaka atau landasan teori ini memuat teori-teori yang menjelaskan batasan-batasan konseptual yang mendukung konstruksi variable penelitian yang dilakukan.

Metodologi Penelitian

Sedangkan metodologi penelitian atau prosedur penelitian berisi langkah-lahkah operasional proses penelitian. Setidaknya ada 5 hal yang harus ada dalam penjelasan metodologi penelitian ini, antara lain:

  • metode penelitian
  • subyek penelitian atau sampel penelitian
  • instrumen penelitian
  • teknik pengumpulan data
  • teknik analisis data

Soal penelitian kamu adalah penelitian kuantitatif atau penelitian kualitatif, perbedaannya terdapat pada:

  1. Cara memandang fakta, kuantitatif memandang fakta berdasarkan objek penelitian, sedangkan kualitatif tergantung cara interpretasi data oleh peneliti.
  2. Pengumpulan data, penelitian kuantitatif biasanya menggunakan instrumen penelitian seperti kuesioner dan kualitas biasanya ditentukan oleh banyaknya sampel penelitian, sedangkan kualitiatif ditentukan seberapa dalam peneliti mampu menggali informasi spesifik dari sampel.
  3. Analisis data, untuk penelitian kuantitatif analisis data dilakukan untuk menjawab hipotesis yang telah dibuat sebelumnya, sedangkan kualitatif tidak dimulai dengan hipotesis, melainkan dari rumusan masalah.
  4. Representasi data, untuk kuantitatif hasil penelitiannya disajikan dalam bentuk perhitungan matematis, sedangkan kualitatif disajikan dalam bentuk interpretasi penelitian terhadap sebuah fenomena, dan keabsahannya bergantung pada “triangulasi”.
  5. Implikasi hasil riset, untuk penelitian kuantitatif berupa terori yang berlaku secara umum, sedangkan penelitian kualitatif hanya terbatas pada kondisi tertentu.
  6. Macam metode, untuk penelitian kuantitatif menggunakan survey, refresi, dll, sedangkan kualitatif menggunakan studi kasus, historis, fenomenologi, dll.

Contoh Rancangan Penelitian

Untuk lebih paham tentang penjelasan di atas, mari kita simak contoh rancangan penelitian berikut ini:

Contoh Proposal Tesis Akuntasi

Judul Penelitian

Analisis Kinerja Perbankan Syariah Ditinjau Dari Profibilitas Dan Maqashid Syariah

Latar Belakang

Sejarah perbankan syariah di Indonesia diawali dengan PT. Bank Muamalat Indonesia (PT. BMI) yang mulai beroperasi pada tahun 1992. Kemudian di tahun 1998 pasar bank syariah mulai diramaikan dengan hadirnya PT. Bank Syariah Mandiri (PT. BSM) yang merupakan anak perusahaan dari Bank Mandiri, selanjutnya PT. Bank Mega Syariah mulai beroperasi pada tahun 2001. Memasuki tahun 2009 lahirlah PT. Bank Bukopin Syariah dan PT. BRI Syariah. (Kasmir, 2014).

Pesatnya perkembangan perbankan syariah di Indonesia ditandai dengan jumlah unit usaha syariah semakin bertambah dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan sampai dengan bulan Juli 2018 industri perbankan syariah di Indonesia telah memiliki jaringan sebanyak 13 Bank Umum Syariah (BUS), 21 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 298 BPRS. Dengan total jaringan kantor mencapai 2.477 kantor yang tersebar di hampir seluruh penjuru nusantara dengan aset sebesar 431.427 miliar rupiah.

Perkembangan perbankan syariah adalah representasi dari mayoritas penduduk muslim yang ada di Indonesia dan didasarkan pada alasan utama yaitu adanya pandangan hukum keharaman bunga (interest) pada bank konvensional karena masuk dalam kategori riba yang dilarang dalam agama Islam. Riba diharamkan berdasarkan dalil Al Quran, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (Ijmak), bahkan tidak ada satu syariat pun yang menghalalkan riba. (Tuasikal, 2017).

Dengan semakin meningkatnya jumlah Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia maka kinerja BUS dituntut menjadi lebih baik. Pengukuran kinerja menggunakan rasio profitabilitas sering digunakan karena rasio ini dapat menggambarkan tingkat efektifitas manajemen suatu bank dalam menjalankan operasionalnya untuk mendapatkan laba. (Suwiknyo, 2016).

Menurut Jumansyah (2013) bank Syariah harus memiliki tujuan yang jauh lebih besar dibandingkan hanya untuk mencapai laba maksimum dan juga harus berusaha untuk mewujudkan maqashid syariah. Untuk dapat mencapai maqashid syariah, sebuah lembaga bisnis syariah harus mampu melakukan penjagaan pada al-aql (pikiran), addien (agama), nafs (jiwa), nasl (keturunan) dan maal (harta). Dalam konteks praktik bisnis syariah, pencapaian maqashid syariah dapat diukur melalui pencapaian tujuan berupa pendidikan individu, penciptaan keadilan dan pencapaian kepentingan publik. Pengukuran kinerja bank syariah berbasis maqashid syariah diharapkan dapat mengetahui seberapa jauh bank syariah peduli dan terlibat dalam aktivitas sosial baik dalam hubungan bank syariah dengan pegawai maupun masyarakat sekitarnya.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui kinerja perbankan syariah dengan menggunakan dua metode yaitu metode pengukuran kinerja keuangan menggunakan rasio profitabilitas dan pengukuran kinerja menggunakan pendekatan maqashid syariah dan mengetahui perbandingan kedua metode tersebut. Dengan demikian judul penelitian berikut adalah: “Analisis Kinerja Perbankan Syariah Ditinjau dari Profitabilitas dan Maqasyid Syariah”.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

a. Bagaimana kinerja bank umum syariah di Indonesia ditinjau dari aspek profitabilitas dan aspek maqasyid syariah?
b. Bagaimana perbandingan kinerja bank umum syariah di Indonesia berdasarkan penilaian kinerja dari aspek profitabilitas dengan penilaian kinerja dari aspek maqasyid syariah?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumasan masalah dapat disusun tujuan sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui kinerja bank umum syariah di Indonesia ditinjau dari aspek profitabilitas dan aspek maqasid syariah.
b. Untuk mengetahui perbandingan kinerja bank umum syariah di Indonesia berdasarkan penilaian kinerja dari aspek profitabilitas dengan penilaian kinerja dari aspek maqasyid syariah.

Manfaat Penelitian

a. Bagi Kalangan Akademis
Penelitian ini dapat dijadikan literatur untuk penelitian selanjutnya, selain itu penelitian ini juga dapat digunakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang alternatif penilaian kinerja tidak hanya dari aspek profitabilitas akan tetapi penilaian kinerja menggunakan aspek maqashid syariah.

b. Bagi Kalangan Praktisi
Penelitian ini dapat dijadikan bahan evaluasi bagi industri perbankan syariah di Indonesia untuk lebih meningkatkan kinerja tidak hanya berorientasi pada profit, akan tetapi industri perbankan syariah harus lebih memperhatikan implementasi maqashid syariah sehingga dapat lebih meningkatkan kinerja perbankan syariah.

Landasan Teori

Bank Syariah
Pengertian Perbankan Syariah menurut Undang – Undang No.21 Tahun 2008 Pasal 1 ayat 1: Perbankan Syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan usahanya. Adapun tujuan dari Perbankan Syariah menurut Undang – undang No.21 Tahun 2008 Pasal 3 adalah: menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan keadilan, kebersamaasn dan pemerataan kesejahteraan rakyat.

Bank Umum Syariah (BUS) memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Bank Umum konvensional. Perbedaan yang signifikan dalam organisasi BUS adalah adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS diharapkan sebagai penyeimbang Dewan Komisaris sehingga kebijakan Dewan Komisaris harus sejalan dengan kebijakan DPS, karena BUS tidak sekedar beroperasi mencari keuntungan semata namun lebih jauh berupaya menjalankan usaha dengan mengharapkan hasil yang halal dan thoyib. (Muhammad, 2008).

Maqashid Syariah
Maqashid merupakan bentuk plural (jama’) dari maqshud. Sedangkan akar katanya berasal dari kata verbal qashada, yang berarti menuju; bertujuan; berkeinginan dan kesengajaan. Kata maqshud-maqashid dalam ilmu Nahwu disebut dengan maf’ul bih yaitu sesuatu yang menjadi obyek, oleh karenanya kata tersebut dapat diartikan dengan ’tujuan’ atau ’beberapa tujuan.’ Sedangkan asy-Syari’ah¸ merupakan bentuk subyek dari akar kata syara’a yang artinya adalah ’jalan menuju sumber air sebagai sumber kehidupan. Oleh karenanya secara terminologis, al-Maqashid asy-Syari’ah dapat diartikan sebagai ’tujuan-tujuan ajaran Islam’ atau dapat juga dipahami sebagai ’tujuan-tujuan pembuat syari’at (Allah) dalam menggariskan ajaran/syari’at Islam.’Tidak dapat disangkal bahwa Syathibi adalah peletak dasar Ilmu Maqashid sehinga wajar jika kemudian ia disebut-sebut sebagai ”Bapak Maqashid asy-Syari’ah” (Hafidz, 2007).

Kerangka Pemikiran

Penelitian ini mengukur kinerja Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia pada periode tahun 2014 – 2017 dengan menggunakan 2 metode, yaitu perhitungan Rasio Profitabilitas dan Indeks Maqadhid Syariah. Dengan menggunakan data laporan keuangan yang telah dipublikasi melalui website BUS tersebut, akan didapatkan hasil perhitungan. Dari hasil perhitungan kinerja BUS tersebut dilakukan analisa untuk mengetahui perbandingan kinerja dari dua metode yang digunakan. Gambar berikut menunjukkan langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini:

Kerangka Pemikiran

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan diskriptif, dengan menggunakan Rasio Profitabilitas dan Indeks Maqashid Syariah dalam melakukan analisis data. Data yang diperoleh berdasarkan laporan keuangan Bank Umum Syariah (BUS) yang ada di Indonesia periode 2014 – 2017.

Metode Penentuan Sampel

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia yang terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan selama periode 2014-2017. BUS yang menjadi objek dalam penelitian ini ditentukan sesuai dengan metode purposive sampling. Adapun Kriteria-kriteria dalam pemilihan sampel adalah sebagai berikut:

  1. Perbankan syariah di Indonesia yang telah berbentuk Bank Umum Syariah (BUS) sejak tahun 2014-2017.
  2. Bank umum syariah yang telah mempublikasikan laporan keuangan tahun 2014, 2015, 2016, dan 2017.

Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan 2 metode dalam melakukan pengumpulan data, yaitu:

  1. Teknik Kepustakaan (Library Research)
    Penelitian yang dilakukan dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, jurnal, maupun tesis sebagai acuan penelitian terdahulu.
  2. Metode penelusuran data online
    Penelusuran data online dilakukan dengan mencari data laporan keuangan BUS yang dipublikasi melalui website. Tabel di bawah ini menunjukkan nama dan lokasi laporan keuangan BUS yang menjadi sampel penelitian.

Metode Analisis Data

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja BUS yang menjadi sampel penelitian, yaitu 13 BUS yang ada di Indonesia dengan menganalisis data sekunder yang berupa laporan keuangan BUS tersebut dari kurun waktu periode 2014 – 2017. Adapaun dari data sekunder tersebut dilakukan pengukuran kinerja dari 2 aspek dan perbandingan dari kedua aspek, yang meliputi:

  1. Pengukuran Kinerja Berdasarkan Aspek Rasio Profitabilitas
  2. Pengukuran Kinerja Berdasarkan Aspek Maqashid Syariah
  3. Perbandingan Aspek Rasio Profitabilitas dan Aspek Maqashid Syariah

Itu lah contoh rancangan penelitian yang dapat saya share untuk kamu, semoga bisa bermanfaat. Jangan lupa baca juga artikel kami sebelumnya metode penelitian sejarah.

Refrensi:
1. Prilevi R. 2018. Analisis Kinerja Perbankan Syariah Ditinjau Dari Profibilitas Dan Maqashid Syariah [tesis]. Yogyakarta (ID). Universitas Islam Indonesia.
2. Carian Google dan Google Scholar tentang contoh rancangan penelitian.

Leave a Reply